Minggu, 21 Agustus 2011

YOU HATE ME, but YOU FOLLOW ME




Maybe I didn't treat you, quite as good as I should

Maybe I didn't love you, quite as often as I could
Little things I should said and done,
I never took the time
You are always on my mind... You are always on my mind...

- Pet Shop Boys-

Seorang kenalan pernah memaki temannya karena membuat peraturan baru yang dibilang aneh bin ajaib. Dia berkata, jika temannya itu kelewatan dan amat sangat tidak penting. Hari gini kok membuat cara baru seperti itu, udah gak jaman! Temannya yang dimakin-maki tentu stress dan sakit hati bukan kepalang. Tapi karena dia cukup tegar dan teguh hati, ya cuek saja... emang gue pikirin! Cara saya ya cara saya, cara kamu ya cara kamu. Dia tetap menjalankan cara yang memang dibilang orang lain gak penting.
Tapi lucunya, ujung-ujungnya banyak yang mengikuti cara orang yang dimaki-maki tersebut.
Hingga akhirnya, cara baru yang ia buat justru menjadi trend! Hoorraaayyy!!!!

Kalau dipikir-pikir: You hate me, but you follow me??? Who's the one that stupid?
Kok bisa ya, hal ini terjadi? Kok bisa? Hmmm... bagaimana menurut Anda?

Seorang rekan kerja pernah menceritakan pengalaman seputar cinta yang sudah dijalaninya cukup lama.
"Huuuuhh!!! pacar gwe ngeselin. Lagi-lagi gwe disakiti tapi gwe sayang banget sama dia."
Komentar saya kepadanya yang sedang melepas kacamata sambil memamerkan rona kebiruan di mata ala anjing 101 Dalmantian, "Yah terserah lu deh.. Setia lu dibalas kancut! Masih mau bertahan? Bego banget sih lu tidak menghargai diri sendiri?!" Lagi-lagi masalah yang sama, selingkuh atau ringan tangan seperti di ring tinju, kkpppoowww!!!! Apa kira-kira yang membuat seseorang bertahan sampai-sampai hal yang menyakitkan tetap terus dicintai?? Kalau saya jadi dia, saya gampar balik dan saya tonjok itu cowok sampai, yah..setidaknya ada kenang-kenangan warna lebam kebiruan meski tenaga saya tidak seberapa bila dibanding dengannya. Gak worthed!!! Aurevoir, monsieur! J'ai un plus important quelque chose pour faire!

Jika dicermati lebih lanjut, mengapa pada sesuatu yang dibenci pasti tetap ada aspek yang disukai. Di tempat yang disukai tetap ada juga hal-hal yang dibenci. Well, what a life!

Kalau boleh berharap pada yang di Atas, bolehkan saya mendapat sesuatu yang sempurna? Sayang sekali… jawabannya adalah TIDAK! If you search any perfection in the world, you will never find it. It’s only Lord, the one with the ultimate perfection. Jadi, kalau ada hal-hal yang mengesalkan pada lingkungan sekitar Anda, ya sudah terima saja. Selama hal itu masih bisa ditolerir, anggap sebagai bonus ‘bunga-bunga’ kehidupan. Namun jika hal yang kurang menyenangkan tersebut sudah terlampau mengganggu.. apa boleh buat, mari pergi ke tempat lain yang juga menjadi kesukaan Anda. Jangan sampai pengorbanan yang dilakukan malah menyakiti diri sendiri. Tapi ingat, itu pilihan. Lanjutkan atau get out!

Ah.. perkara yang satu ini memang bikin pusing kalau dibicarakan. Tapi, have fun is the best thing to enjoy the good life. Antara benci dan cinta memang batasnya tipis..
Ketika seseorang berada di puncak kejayaan karena mencintai pekerjaanya, mungkin banyak hal-hal indah yang diimpikan untuk dicapai. Tapi sayangnya……. eng ing eng… anginnya makin kenceng, Bos!!! Busssseeetttt…….
Banyak buku-buku referensi management mengulas berbagai tips-tips melakukan usaha agar senantiasa langgeng dan lancar jaya. Mulai dari cara menyusun budget, modal kerja, laporan keuangan, inovasi hingga marketing dan komunikasi yang kreatif. Semuanya memang penting dan menyumbang banyak semangat untuk mencapai puncak. Tapi tunggu dulu, ada 1 hal yang buku manapun belum pernah mengulas dan menyebutnya. Padahal, sesuatu tersebut adalah hal yang penting untuk selalu diwaspadai. Apakah itu?

Jika Anda mencermati kisah teman saya yang berkeluh kesah mengenai rekannya yang karena ‘keanehan’ yang dibuat justru malah membuatnya menjadi trendsetter, seharusnya Anda kini tahu jawabannya.

Jadi, apa itu? 1..2..3..

PERSIAPKAN DIRI ANDA UNTUK DIMAKI - MAKI! Go!!!!!!!!! :D

Kalimat tersebut hampir tak pernah disinggung oleh referensi manapun. Selalu cara yang indah-indah dan baik yang diulas. Rajin, jangan menyerah, coba lagi, dan lain sebagainya. Namun “PERSIAPKAN DIRI ANDA UNTUK DIMAKI – MAKI” adalah fakta yang terjadi dan hanya bisa di dapat di dunia nyata. Menyakitkan?? Nah itu dia!!! Anda benar sekali, tapi itulah risikonya berada di atas, selamat ye.. :D. Akhirnya, ini dia yang paling penting untuk digaris bawahi. Menarik, aneh, rada geblek… tapi itulah yang benar, sebenar-benarnya.

Menjadi berhasil ternyata bukanlah semata-mata yang bagus-bagus saja yang akan selalu dijumpai. Ingat filosofi cinta dan benci. Pastilah ada rekan-rekan yang kontra dan pendapat miring mengenai Anda. Sirik, licik… ah sudah lah ya, gwe ogah ikut-ikutan untuk aktivitas yang macam begitu. Namun jangan khawatir dan santai saja… apapun yang terjadi, hidup untuk dinikmati. Have a good day and enjoy this song.. 1, 2, 1, 2, 3, 4...






Song by : Plain White T's - 1234

Sabtu, 07 Mei 2011

Time Out!

“Cuy, gwe pengen cari suasana baru nih.. Tapi enaknya ngapain ya?”
“Hmmm… traveling, lanjutin sekolah, hunting kuliner, jalan-jalan keliling kota naik trans Jakarta yang anti macet. Lu sukanya apa?”
“Aha! Ide bagus sekolah! Gak mau kalah ah sama nenek gwe yang udah tua aja masih semangat menuntut ilmu. “


Bosan!!!
Sebuah kata yang kembali saya jumpai sejak beberapa bulan yang lalu. Kalau kata anak-anak sekarang “Duh, basi banget nih hidup gwe! Hiiiihhhh….sebel!!!!! Pengen keluar untuk melakukan sesuatu yang lain, pastinya yang bikin hati jauh lebih tenang dan nyaman.” Biasanya, tak jarang rekan-rekan di sekeliling berkomentar Anda sedang tidak waras atau nyaris sakit jiwa karena melakukan sesuatu yang tidak seperti biasanya. Namun ya sudahlah, didengarkan saja sambil berikan senyuman. Sebuah senyuman tanda Anda memang sedang ingin melakukan sesuatu yang lain dengan senang hati. Baik atas kemauan sendiri maupun mendapat inspirasi dari orang lain yang tidak sengaja bertemu dalam perjalanan kehidupan. “Wow, aku ingin seperti dia! Yup, dia, dia dia!”
Apa gunanya? Semuanya itu untuk mencari nuansa baru, teman baru, komunitas baru, dan mudah-mudahan mendapat ilmu baru. Eiittsss… bukan ilmu sihir ala Harry Potter pastinya. Abrakadabraaa!

Mengutip sepenggal syair lagu dari seorang penyanyi legendaris Indonesia, “Dunia ini panggung sandiwara. Ceritanya mudah berubah. Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani. Mengapa kita bersandiwara?” Tidak ada orang yang ingin dibohongi. Namun faktanya, beragam situasi sering membuat kita mau-tak mau terpaksa membuat keputusan entah itu di area putih, abu-abu dan tragisnya (mudah-mudahan jangan sampai) hitam. Tak hanya di dalam dunia pekerjaan, rumah tangga, maupun pendidikan. Mengesalkan memang dan terkadang banyak yang membuat sakit hati. But, that’s life!

Ketika kecil, saya sering bertanya-tanya. Seperti apa rasanya menjadi dewasa dan mapan? Apakah hidup semakin menyenangkan atau malah semakin rusuh? Kini saya sedang mencari tahu (lagi dan terus… never stop to learn!). Seorang rekan di tempat kursus pernah menceritakan pengalamannya. “Duhh, nyesel aku nikah cepet-cepet. Goblok banget! Apalagi suamiku pake ngelarang aku buat kerja. Wah.. payah! Sekarang udah umur kepala 6, wes kasep! Makanya kalian yang muda-muda jangan males!” Komentar saya, “Horeee… SETUJU!!!”

Jaman sekarang tahun 2011, mungkin boleh dibilang merupakan era dimana seseorang dapat menekuni beberapa keahlian. Thanks to technology! Hadirnya aneka peralatan hi-tech yang dapat terhubung pada fasilitas internet membuat seseorang bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Membuka satu halaman web, ada banyak topik yang bisa diakses. Mulai dari politik, ekonomi, berita internasional, lifestyle, kesehatan, info hiburan, games, kursus, kuliah online, cari resep masakan hingga origami! Akhirnya, menjadi generasi yang multitasking, bisa ini itu. Bukan hanya ini doang atau itu doang. Melihat keponakan yang masih SD saja sudah terbiasa dengan internet, Yahoo Messenger, telepon genggam, serta Black Berry untuk chatting sampai cari bahan pelajaran, wow… tak terbayang bagaimana nanti lihainya ia 10 tahun mendatang. Hmm.. bisa-bisa saya yang minta diajari untuk memakai software-software terbaru dalam rangka memperlancar pekerjaan.

Ketika cinta pada suatu pekerjaan dipertanyakan. Setia… tapi disakiti terus-terusan. Ditinggal pergi, lha.. kok malah dimarahi??? Prrrrriiiitttt!!! Time out! Time out! Time out!
Apa yang akan Anda lakukan dikala seperti ini?
Siapapun Anda dan dimanapun Anda berada: YOU DESERVE SOMETHING BETTER! Cari, sampai dapat! Habis gelap, terbitlah terang…
Lha kalau gelap terus-terusan??? Hehehe.. coba cek tagihan listrik, jangan-jangan Anda lupa bayar.
Menikmati setiap langkah yang dijalani dalam hidup, itu dia yang kini sedang saya pelajari.
Learn from the past, keep on walking and enjoying my day.
Have a good day to you too….






Sabtu, 09 April 2011

CAUGHT and OUT







Uhm..uhm..uhm.. I hear a lady coughing more than thousand times

She wears a nice blue syawl in her beautiful neck

Trapped in a hurricane but not yet dying (Dont!!)

Rowwing the past hard time then finally get out



See the barista buzzy with the hot coffee

Mixing this and that to serve you nicely

I worked to get A but damn why I got E!

Oh, what am I supposed to do except call myself silly



Mess is beautiful for Tazmania Devil

"I wish there is a carrot flavour coffee," said Mr. Bugs Bunny

Work out by using office stairs to free from dizzy

Aha! Finally I find myself with less stupid insanity







Jakarta, 18 12 2011

Image source : Daydreaming by Nikki Monaghan.co.uk



Jumat, 08 April 2011

THE TOP OF MIND : KNOWLEDGE


Ada pepatah yang mengatakan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China!” Namun, saat ini kita bisa mempertanyakannya kembali. Ada apa dengan negeri China, karena kini menuntut ilmu bisa dilakukan di mana saja. Di Asia, Eropa, Amerika, Australia, Indonesia , bahkan online! Intinya, yang menjadi siswa atau mahasiswa harus sadar diri untuk belajar. Jangan cuma sekolah untuk dapat gelar sarjana semata atau mungkin jadi ‘body guard’ kekasih pujaan yang ikut-ikutan sekolah. Terpaksa bangun pagi untuk berangkat sekolah dan tidur subuh karena mengerjakan tugas. Terlebih, ditambah membuatkan pekerjaan rumah punya si dia atas nama cinta. Entah itu cinta beneran atau hanya cinta monyet. Duh, kasian deh lu!

Seorang teman pernah berkata “Ah.. ngapain sekolah tinggi-tinggi, buang-buang waktu aja. Toh, pengalaman jauh lebih penting!” Seorang ilmuwan asal Jerman juga pernah berkata “Imajinasi lebih berharga dari sekedar ilmu pasti.” Tapi coba Anda renungkan : Pertama, siapa yang mau mempekerjakan seseorang bila orang tersebut tidak memiliki ilmu pengetahuan apapun? Setidaknya, orang yang mau mempekerjakannya bertanya mengenai sertifikat kelulusan, dulu kuliah di mana dan ambil jurusan apa. Kedua, bagaimana caranya berimajinasi tentang sesuatu atau apapun yang dicita-citakan bila sang otak tidak tahu apa-apa? KOSONG! Itu jawaban logis yang mungkin bisa diprediksi. Kosong! Wong gak tahu apa-apa… mau ngebayangin apa?

Tukang ban yang dipinggir jalan saja setidaknya harus punya ilmu yang benar mengenai bagaimana mengisi angin untuk ban pelanggan maupun teknik menambal ban yang kena paku. Jelas tidak boleh asal, ada ilmunya, meski ada juga yang berpendapat alah bisa karena biasa. Pertanyaan mengenai mana yang lebih penting, ilmu pengetahuan atau pengalaman memang seperti menjawab pertanyaan duluan mana ayam atau telur? Hhhmm.. bagaimana menurut Anda? Sepertinya hanya Tuhan yang tahu.

350 tahun lamanya, negara Indonesia dijajah oleh Belanda. Menurut nenek dan kakek yang kebetulan mengalami masa-masa perang, dahulu yang boleh mengenyam pendidikan hanya warga penjajah dan orang Indonesia ningrat saja. Sisanya, mereka yang disebut inlander, bernasib ekstra nelangsa jadi pembantu alias jongos sebutan kasarnya, budak, sampai istri simpanan. Kasihan! Dampaknya, masih terasa hingga kini. Sudah tahun 2011, masih banyak rekan-rekan yang buta aksara terutama perempuan, yang dari dulu dianggap sebagai ‘yang ke-2’ dari lelaki. Bila meniru suara teriakan senior ketika SMA, kurang lebih seperti ini : “Woi!!! Hari gini baca tulis aja gak becus!! Gimana bisa, dek!!! Mau jadi apa!!!!!”

Coba intip negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, negara yang pernah dijajah oleh Inggris. Tak dapat dipungkiri bila mereka bisa jauh lebih maju. Ini mungkin karena sejak jaman penjajahan, mereka justru harus sekolah meski pada akhirnya harus tunduk kepada Sang Tuan Penjajah. Tapi, setidaknya mereka punya ilmu untuk berkarya yang secara tidak langsung turut diajarkan kepada anak cucunya meski hidup dalam tekanan penjajah. Sir Thomas Stamford Raffles adalah salah satu tokoh yang banyak mewariskan lembaga-lembaga pendidikan bagi warga di Singapura. Wow, betapa beruntungnya mereka!

Bagi saya pribadi, pendidikan itu nomor 1. Entah itu belajar ekonomi, teknik sampai bahasa dan seni. Pokoknya, harus sekolah! Pelajari apa yang disukai. Apalagi jika usia masih dibawah 30 tahun, jangan disia-siakan bila ada kesempatan sekolah. Kadang –kadang bosan di kelas, yah.. itu biasa. Sesekali ‘kabur’ untuk refreshing bisa menjadi selingan penangkal kebosanan :D. Pentingnya pendidikanpun turut menjadi agenda UNESCO dengan menyelenggarakan program Education For All (EFA) sebagai salah satu Millennium Development Goals. Diharapkan tidak ada lagi manusia yang buta aksara di tahun 2015. Semoga tercapai! Pendidikan adalah modal kerja utama, lebih utama dari pada perhitungan working capital dari sebuah balance sheet!

Terakhir, kembali kepada pepatah “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”, ada seorang tokoh yang selalu saya ingat. Ketika kecil, saya rela tidur larut malam demi menyaksikan tokoh ini beraksi di layar televisi. Siapa dia? It’s Judge Bao! Seorang hakim bijak yang sepertinya hampir mustahil ia berada di zaman sekarang. Tanpa mengurangi rasa hormat, mungkin sekarang yang ada adalah seorang Judge BAU! Oh no… mayday mayday.. He needs a good tooth brush from Oral B and Listerine!


But don’t worry, we are just a human and so Mr. Judge Bau. And yes, we made a lot of mistake. For those who never made a mistake, please stand up, please stand up!

Hehehe… I don’t see you, but I see Mr. Slim Shaddy! Gotcha! :D


Beautiful, ugly, fat, skinny, young, old, male or female, just remember if education is very important. Put it in your 1st list! Never say no to education! Science, Economic, Art, Language, just learn in a balance portion in the name of your brighter future.

Happy learning!




Image source :

Sabtu, 09 Oktober 2010

The Journey Of Mind


“Woii, bengong aja!!”
“Eh.. iya iya, hehehehehe…”
“Mikirin apaan sih? Jangan mikirin yang jauh-jauhlah.. Itu liat di depan mata ada kerjaan numpuk! Yeee.... malah mainan Facebook lagi! Gimana sih??”
”Bentar dong.. bentar.. ini gebetan gwe lagi maen game online!”
”Online boleh, tapi jangan lupa kerja!”


Welcome to the virtual world!
Sebuah kata sambutan yang selayaknya dikumandangkan dan didengarkan oleh kita semua yang masih hidup saat ini. Sebuah dunia baru hasil kreativitas manusia ciptaan Tuhan yang dianugerahi daya cipta, rasa dan karsa. Tak bisa dipungkiri jika dunia virtual kini menjadi area baru untuk saling ’bertemu’ dengan teman, rekan kerja dan keluarga meski berada dekat atau jauh. Apanya yang bertemu? Yang pasti bukan tubuh, wajah atau kedua tangan yang saling berjabat. Lalu apa? PIKIRAN.
Apa yang sedang dipikirkan dapat diketik pada aplikasi virtual yang sedang dijalankan. Apapun yang sedang dipikirkan bisa disampaikan secara kolektif kepada teman-teman maupun secara pribadi kepada orang yang dituju melalui email, blog, sampai situs sosialisasi. Mulai dari menanyakan kabar, bersenda gurau, mengemukakan pendapat. Semua ini bisa dilakukan tanpa perlu bertatap muka kecuali jika jasa penyedia internet sedang down, sedang mati listrik, atau baterai habis sehingga pesan gagal terkirim melalui komputer maupun alat komunikasi lainnya.
Selain menggunakan internet, telepon genggam turut membantu dalam hal penyampaian pesan antar sesama. Coba lihat di sekitar Anda, mulai dari golongan masyarakat ekonomi bawah, menengah hingga atas, hampir semuanya memiliki benda yang satu ini. Bahkan, ada yang punya lebih dari satu entah untuk keperluan pekerjaan maupun untuk urusan ’berbagi kasih sayang’. Telepon genggam jenis GSM, CDMA, Nexian sampai Black Berry. Terserah mau pilih yang mana tergantung keinginan, kebutuhan dan isi kantong. Yang penting, benda tersebut menjalankan FUNGSINYA dengan baik yaitu sebagai alat komunikasi yang mempermudah aktivitas sehingga berjalan semakin efektif dan efisien plus membuat penampilan Anda semakin menarik karena membawa gadget yang up to date!
Saya memang bukan ahli IT. Namun, saya bisa membantu Anda sedikit untuk mengerti apa itu arti virtual. Menurut kamus, virtual berarti membuat, menyelesaikan, melihat dan melakukan aktivitas lainnya melalui internet atau komputer alias bukan di dunia nyata. Misalnya, mengisi kartu rencana studi untuk mahasiswa yang masih kuliah melalui website universitas sehingga tak menghabiskan banyak waktu untuk menunggu persetujuan serta tanda tangan dari dosen pembimbing, transfer uang melalui fasilitas internet banking, hingga melakukan virtual tour ke tempat tujuan berlibur dari website travel agent langganan. What a new window to explore the world and knowledge!
Sebenarnya, petualangan pikiran sudah dimulai jauh sebelum ada internet. Tak percaya? Anda pasti pernah berkhayal memikirkan sesuatu yang lebih menarik daripada apa yang nyata terlihat di depan mata. Selain itu, Anda pasti pernah berimajinasi akan cita-cita di masa datang. Selamat, Anda telah berhasil melakukan petualangan pikiran tanpa internet! Ya, pikiran manusia adalah sesuatu yang sangat berharga alias Anda semua berharga jika mau memakai pikiran dengan baik! Your mind is the most precious thing. You can not find it in any great shopping mall or in any high class boutique in the world. Winter, spring, summer or fall, you can swipe your credit card to change your look. But just outside look, not your beautiful mind. So, start showing your mind quality in any style that you like plus generous heart.
Dunia virtual adalah ciptaan manusia dan manusia itu sendiri punya kelemahan, no body’s perfect! Jadi, jangan heran bila dunia maya juga memiliki kekurangan sebab yang bisa membuat segalanya sempurna hanya Tuhan. Di dunia nyata yang dapat saling bertatap muka, nyatanya ada banyak orang yang menjadi korban penipuan ini itu. Sama seperti di dunia maya, siapa yang tahu jika orang yang sedang diajak chatting sebenarnya adalah orang lain yang sedang memakai user id teman Anda. Meski bisa memakai webcam atau voice chat, penipuan masih mungkin terjadi. Jadi, tetaplah berhati-hati dan kendalikan pikiran dengan baik.
Satu lagi yang perlu diwaspadai dengan hadirnya dunia virtual adalah jangan terbawa alias keasyikan menggunakannya hingga lupa dengan apa yang semestinya dilakukan di dunia nyata. Sudah banyak korban penikmat jejaring sosial di dunia virtual lupa diri dalam melakukan kewajiban di dunia nyata. Dunia maya tidak mengenal jam! Anda bisa mengaksesnya 7 hari 7 malam. Andapun bisa login beberapa saat saja untuk mengecek email, mengirim tweet di Twitter, menyimak status serta komentar jenaka dari para sahabat di Facebook, memperbaharui blog, hingga menyimak aneka berita dan info terkini. The main point is : DON’T GET CARRIED AWAY!
Get carried away sangat berbeda maknanya dengan caught by influence! Get carried away artinya pikiran Anda tanpa sadar terbawa akibat sesuatu yang dilakukan secara intens, dalam hal ini adalah internet yang bisa diakses 24 jam nonstop. Hasilnya, Anda bisa bicara, berpikir, bertindak hingga percaya terhadap sesuatu yang sebenarnya tak ingin dibicarakan, dipikirkan, dilakukan bahkan dipercaya. Lain dengan caught by influence. Hal ini seperti membaca iklan billboard di jalan raya, mendengarkan ceramah dari kepala sekolah, membaca spanduk penyuluhan, dan lain sebagainya. Ini adalah sesuatu yang mempengaruhi beberapa saat saja sehingga penerima pesan punya ruang dan waktu untuk berpikir apakah mau peduli atau cuek.
Pikiran yang berpetualang adalah bukti nyata bahwa semua manusia diberkahi rasa keingintahuan serta kemampuan berimajinasi akan cita-cita. Coba tanya kepada keponakan atau adik yang masih kecil, pasti mereka akan dengan senang hati menyampaikan cita-cita disertai alasan jenaka. Nah, Anda yang bukan kanak-kanak lagi sudah selayaknya punya tujuan alias visi misi ke depan. Sebuah tujuan yang logis realistis tanpa mengesampingkan kreativitas untuk menghadirkan inovasi serta karya baru dalam apapun profesi yang ditekuni entah berapapun modal moral serta material yang dimiliki.
Visi dan misi ke depan memang tidak mudah untuk dirumuskan. Saya dan teman-teman seumuranpun sempat mendiskusikannya tiada henti sampai berakhir dengan kalimat “Ah pusing, emangnya gwe pikirin! Auah gelap!” Tapi, apa indahnya hidup jika Anda berjalan tanpa tujuan yang jelas? Pssst… malu dengan sang waktu. Ia senantiasa berjalan maju, jangan sampai Anda berjalan ‘mundur’ kecuali dalam rangka olah raga atau ikut perlombaan 17 Agustusan. :D Meskipun begitu, hal tersebut bisa terjadi lagi akibat hal tak terduga yang datang dalam perjalanan hidup.
Merumuskan tujuan hidup caranya memang tidak mudah. Kenalilah diri Anda. Analisa potensi, minat dan bakat yang Anda punya kemudian jangan ragu untuk menekuninya. Tak perlu malu dan gengsi untuk memulai dari level yang rendah karena segala sesuatu yang besar berawal dari segala sesuatu yang kecil. Jika dianalogikan dengan dunia bisnis, analisa diri menyerupai analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Deskripsikan dan tulis apa yang menjadi kekuatan, kelemahan diri hingga prediksi peluang kesempatan dan hambatan yang mungkin terjadi di masa datang dalam menekuni profesi pilihan. Yang harus selalu diperhatikan justru kelemahan diri. Dalam kondisi sehat itulah kelemahan Anda. Apalagi jika sedang dalam keadaan sakit maupun terpuruk karena mengalami kegagalan atau kejadian yang tak terduga.
Selanjutnya, mantapkan diri berpetualang di dunia nyata alias dunia pekerjaan sesuai minat dan bakat serta kebisaan. Jikalau dibidang yang satu kurang berhasil, tidak menutup kemungkinan untuk beralih menekuni bidang lain yang disadari turut menjadi kebisaan. Jangan menyerah.
Tetaplah berjalan mencari langkah yang terbaik untuk Anda meski dihadapkan pada aneka tantangan dan kegagalan. Jangan lari dari keadaan atau tanggung jawab yang sulit sebab justru pada momen inilah intuisi dilatih menjadi semakin tajam. Intuisi bermanfaat untuk membuat keputusan yang tepat dalam mencapai keberhasilan gemilang dikemudian hari apapun profesi yang ditekuni. Tapi, jangan pernah menganggap diri hebat. Di atas langit masih ada langit! Tetaplah rendah hati dan jangan pernah berhenti belajar. Di luar sana ada banyak orang berbakat baik tua maupun muda, miskin atau kaya, dengan segudang ide serta saran yang bisa menjadi masukan berharga dan patut dipertimbangkan.
Akhir kata, hidup ini penuh pilihan. You are what you choose! Mau mandiri dengan berkarya ya silahkan, tidakpun juga merupakan hak asasi Anda. Satu yang pasti, jika malas bekerja otomatis rejeki juga malas datang sebab tak ada yang turun dari langit dengan percuma. Setelah lelah bekerja, jangan lupa menikmati hidup. Tak sempat bepergian dengan teman? Jangan khawatir! Ada internet yang membuat pikiran bepergian kesana-kemari dan bersenda gurau dalam aplikasi chatting. Walaupun dunia virtual telah menjadi dunia ke-2, tetap saja tak ada yang lebih indah selain bertemu dan bertatap muka secara nyata. Pastinya, jadilah manusia yang memakai teknologi informasi bukannya dipakai oleh teknologi informasi!

Oiya, hati-hati jangan sampai kena tipu saat berchatting ria bersama para sahabat.
Eh tunggu-tunggu, kok Anda tipu saya sih ??? Don't you know if it was really cruel?? But... I forgive you. That's ok.
Yang pasti, jika tak mau hal buruk terjadi pada diri sendiri maka jangan melakukan hal buruk pada orang lain di dunia nyata maupun dunia virtual. Tapi, yang namanya orang ya tak mungkin tak punya salah. Mengutip sepenggal kalimat dari lagu Craig David "Oh.. I am only human, born to make mistakes!"

Until the end of time, the real human touch is irreplaceable. This is the one and only way to express the real love and care from your generous heart. Have a nice journey of mind in virtual world, bon voyage!


Jakarta, 1 Oktober 2010
AYU SAPTARIKA

Senin, 21 Juni 2010

Unity in Diversity


Pernahkah Anda merasakan momen ‘kena batunya’? Apalagi kalau ‘kena batu’nya dalam hal cinta? Rasanya pasti ingin menghilang! Pengalaman ini belum lama dialami oleh seorang teman. Teman saya ini boleh dikategorikan sebagai seorang lelaki high quality jomblo. He got the look, he got the brain, he got the sense of humor, he got the job, but.. he got no girl. Ada banyak perempuan cantik yang berlomba untuk memenangkan hatinya. Tapi, dia sedang asyik berkarir sehingga mencari pasangan adalah aktivitas yang nanti dulu. Masih muda dan penuh semangat untuk mengejar cita-cita setinggi langit. I am on your side, friend!
Teman saya ini memang terkenal cermat dan penuh pertimbangan dalam bertindak. Tapi sayangnya, kali ini dia kecolongan. Kecolongan dalam hal cinta yang mungkin biasanya tidak pernah. Kok bisa??? Saya juga kurang mengerti. Tapi jika Anda bertanya pendapat saya mengenai penyebabnya it’s just because he underestimate the girl at the first time. Perempuan yang dikenalkan kepadanya, sebut saja Ms. J’adore, kebetulan lain dari pada yang lain.
Anehnya, Ms. J’adore yang awalnya dicuekin ternyata sukses membuat teman saya jadi tergila-gila. Teman saya yang tadinya tidak peduli seketika berubah menjadi seorang secret admirer. Si perempuan pun lama-lama sadar jika teman saya menyukainya. Tapi karena teman saya ini gengsian, jadilah aksi secret admirer-nya kelamaan sehingga Ms. J’adore merasa terganggu. Saat teman saya memutuskan untuk memulai pendekatan nyata dengannya, Ms. J’adore menolak dan berkata kepadanya untuk tidak mendekatinya lagi. Akhirnya, teman saya pun hanya bisa diam, gigit jari sambil menyaksikan Ms. J’adore berlalu.
Komentar saya kepadanya : “Hahaha… sukurin! Lu sih nyuekin orang! Kenapa juga kalo mau kenalan lagi gak langsung ngomong aja? Lu liat sekarang, dia malah kabur!”
Pengalaman di atas mungkin pernah terjadi dengan Anda atau rekan-rekan di sekitar. Tak hanya dalam hal cinta, namun juga dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya berelasi dengan rekan kerja dan klien. Boleh disimpulkan bahwa moment kecolongan terjadi akibat kita tanpa sadar bermegah diri hingga menjadi lengah lantas meremehkan sesuatu di sekitar padahal sesuatu tersebut sangat dicari bahkan diinginkan.
Ada pengalaman unik yang saya dapat dari tempat kerja ayah. Suatu hari ada seorang lelaki paruh baya datang ke kantornya. Orangnya biasa saja bahkan penampilannya agak tak karuan. Namun demikian, Ayah saya menyambutnya dengan baik. Saat ia mengutarakan maksud kedatangannya, wow dia menjadi jauh lebih keren daripada seorang Jude Law! Ternyata dia seorang ilmuwan Indonesia lulusan universitas no.1 di Amerika. Ia menciptakan mesin pembangkit energi teknologi plasma dan bermaksud bekerja sama dengan perusahaan tempat ayah saya bekerja. He is genius but very kind and so with my daddy, bravo!
Menghargai sesama adalah sesuatu yang telah diajarkan kepada kita dari kecil. Akan tetapi, banyak sekali hambatan untuk merealisasikannya. Terutama karena masalah perbedaan ras, suku, agama, keadaan ekonomi, sampai penampilan fisik. Padahal kalau dipikir-pikir, kita ini kan sama-sama manusia. So actually, we should be nice, kind, and generous to all the people.
Jika sedang berkendara lantas menjumpai seorang pengemis sungguhan di lampu merah (bukan yang mengemis karena kurang berusaha mencari kerja). Coba cermati dan ‘buka mata’ Anda. Yang membuat dia dan Anda berbeda adalah nasib. Thank God, you are so fortunate! Seandainya pengemis itu punya nasib beruntung, tentu pakaiannya tidak lusuh tapi bermerek Christian Dior. Kantong kresek buat menyimpan pakaian gantinya berubah menjadi Louis Vuitton Speedy bag, dan sandal jepitnya yang sudah mau putus berubah jadi sepatu kulit berpita keluaran Salvatore Ferragamo. Terakhir, kulit kusam dan kuku hitam-hitamnya tak terlihat lagi lantaran rajin melakukan manicure-pedicure serta spa di Ritz Carlton. Satu yang tetap sama, si pengemis dan Anda adalah manusia ciptaan Tuhan.
Perbedaan ini dan itu memang sering membuat manusia menjadi kurang menghargai satu sama lain sehingga muncul pertengkaran bahkan sampai perang. Memang sulit mengatasinya, sebab kita sendiri adalah manusia yang memiliki banyak kelemahan dan suka berbuat salah. Akan tetapi ada satu yang jangan sampai salah, yaitu pola pikir! Mencoba untuk lebih open mind dan saling menghargai adalah jalan keluar untuk menyikapi berbagai perbedaan. Bahkan dari hal-hal yang berbeda, kita justru bisa mempelajari sesuatu yang baru sehingga menambah pengetahuan.
Seperti semboyan negara kita, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
I believe if unity in diversity is not just a fantasy!

Ah… seandainya saja kisah teman saya dan Ms. J’adore ada kelanjutannya. Saya yakin pasti seru!
So friends, dare to be different but don’t be afraid to deal with something different.
Unity in diversity is real if we have a willingness to respect each other and appreciate the diversity of life.

Image source : http://www.emmanuellegomez.file.wordpress.com/ by Monica Stewart

Minggu, 02 Mei 2010

SIZE REALLY DOESN'T MATTER!



Kecil bukan berarti tak berdaya. Tidak punya apa-apa bukan berarti tukang minta-minta. Inilah kesan yang saya dapatkan setelah lima hari menelusuri Singapura. Negara yang berdurasi sekitar satu jam penerbangan dari negeri kita tercinta Indonesia, boleh dinyatakan sebagai salah satu negara maju yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Jika dilihat dari luasnya, negara Singapura tidak lebih besar daripada kota Jakarta. Hal ini pula yang membuat para penduduk ’memanggil’ negaranya sebagai kota Singapura. Negara bekas jajahan Inggris ini tidak memiliki suku bangsa asli dan tidak memiliki banyak sumber daya alam. Akan tetapi, kegigihan penduduknya untuk memerangi keterbatasan sumber daya dengan cara taat aturan dan giat bekerja sangat patut diacungi jempol.

Dalam hal disiplin dan giat bekerja, Singapura ’mengaum’ layaknya simbol singa duyung Merlion yang menjadi kebanggaan mereka. Tak heran, bila kerja keras penduduk untuk senantiasa berinovasi membangun negara berhasil menarik perhatian banyak orang dari negara lain untuk menjelajah negara kecil yang penuh dinamika ini. Mulai dari pendatang yang ingin bekerja, para investor asing, pelajar asing yang ingin belajar di sekolah dan universitasnya yang berkualitas hingga para wisatawan yang datang untuk melepas penat dan haus menikmati surga belanja.

Minimnya sumber daya alam di Singapura tidak membuat negara ini lantas menjadi negara ’pengemis’. Sebut saja air minum yang merupakan kebutuhan esensial namun ketersediaannya boleh dibilang hampir tidak ada. Singapura harus mengimport dari Malaysia, Indonesia dan beberapa negara Eropa untuk memenuhinya. Namun demikian, negara ini tetap berusaha mandiri dengan membangun sebuah waduk pengolahan air laut, Marina Barrage, untuk memberi minum rakyatnya. Rasa airnya memang agak tawar, berbeda dengan air mineral dari pegunungan. Namun, hasil air yang diolah di Marina Barrage diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelepas dahaga bagi seluruh penduduk hingga nantinya bisa mengurangi import air minum dari negara lain.

Penggunaan peralatan serba komputer dan penggunaan internet yang mengoptimalkan efisiensi serta mempercepat kinerja sudah menjadi gaya hidup para warga baik yang tua maupun muda. Sarana transportasi umum juga dibuat memadai dengan teknologi canggih sehingga memudahkan penduduk bergerak untuk beraktivitas. Ada MRT (Mass Rapid Transit) dan monorail bagi yang ingin cepat sampai tujuan, bus serta taxi bagi yang ingin bepergian sambil menikmati keindahan kota. Sistem pembayarannya bisa memakai uang tunai maupun menggunakan kartu yang dapat diisi ulang seperti membeli pulsa telepon. Menariknya lagi, Singapura memiliki mesin menyerupai ATM yang khusus dibuat untuk membayar berbagai tagihan mulai dari kartu kredit, listrik, telpon, hingga membeli tiket bioskop dan konser. Ini semua berkat pemanfaatan ilmu teknologi informasi yang telah diintegrasikan dengan baik. Bravo!

Sosok negara yang maju jelas telah ada di dalam genggaman Singapura. Namun, kehidupan dengan aneka fasilitas modern membuat rakyatnya mau-tidak mau dibombardir oleh surat tagihan pembayaran ini dan itu yang tak mungkin dilunasi tanpa bekerja. Orang berusia lanjutpun masih sadar diri melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan demi mendapatkan penghasilan. Maka jangan heran, bila kultur kerja di negara ini sangat mengutamakan efisiensi plus orang-orang yang serius serta kurang murah senyum. Jika suatu hari Anda mengunjungi rumah makan atau toko kemudian memperoleh pelayanan yang kurang ramah tidak seperti di Indonesia, ya maklum saja... itulah Singapura!

Keadaan negara yang ’money demanding’ mulai dari pajak hingga denda juga menjadi salah satu penyebab Singapura tidak memiliki banyak seniman. Menjadi musisi, sutradara, penari, aktor, aktris, pelukis dan penulis merupakan hal yang mustahil dilakukan bagi sebagian besar penduduk mengingat beban keuangan yang harus ditanggung setiap bulan. Namun demikian, lagi-lagi keterbatasan ini sukses ’ditumpas’ oleh pemerintah Singapura dengan cara membangun berbagai sekolah seni dan desain yang kerap dilirik pelajar asing hingga sebuah tempat pertunjukan artistik dengan sound system memadai, yaitu Esplanade. Bisa ditebak siapa yang berlaga di tempat ini. Yup, para seniman internasional! Green Day, Coldplay, Carlos Santana, Rihanna, Andrea Bocelli, mereka datang menghibur rakyat Singapura. Bahkan, tak jarang penduduk dari negara kita turut ’terbang’ ke tempat ini untuk menikmati hiburan. What a smart strategy!

Lalu apalagi yang menarik dari Singapura selain sikap disiplin serta usaha mereka dalam memerangi keterbatasan ini-itu yang patut diacungi jempol? Ada berbagai tempat yang bisa menjadi destinasi favorit untuk melepas penat. Cobalah naik wahana Singapore Flyer ’si roda observasi raksasa’ yang akan membawa Anda menikmati panorama kota hingga ketinggian 165 meter selama 30 menit. Bagi yang menyukai laut dan pantai bisa berkunjung ke pulau Sentosa naik bus, MRT atau monorail. Di pulau ini silahkan menikmati Underwater World, Universal Studio, Casino, berenang di pantai dan mencoba berbagai permainan outdoor dengan peralatan ramah lingkungan.

Kunjungi pula Little India, China Town, Bugis dan Arab Street untuk mengenal etnis-etnis yang menjadi penduduk Singapura diwaktu lampau hingga kini. Menikmati hentakan musik di bar dengan aneka hidangan lezat di Clarke Quay dan Boat Quay juga bisa menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi bersama kekasih atau para sahabat di malam minggu. Terakhir, menjelajah hamparan surga belanja di Orchard Road sudah pasti menjadi momen yang dinantikan bagi para shopaholic dan pecinta produk keluaran rumah mode ternama dunia. Deretan pusat perbelanjaan megah di tempat ini akan membuat Anda ingin mendatanginya satu per satu hingga tak peduli dengan kaki yang lelah alias shop till you drop! Pesan saya, hati-hati jangan sampai overspending!

Akhir kata, cerita tentang uniknya Singapura tidak akan cukup diungkapkan dengan kata-kata seperti halnya mendeskripsikan keindahan Indonesia yang kaya budaya. Keberhasilan Singapura dalam mewujudkan negara yang modern ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia yang berkelimpahan sumber daya serta budaya agar lebih giat bekerja sehingga dapat beralih menjadi negara maju. Tak perlu salahkan pemerintah atau siapapun juga. Mulailah dari diri sendiri. Giat bekerja dan disiplin untuk kemajuan pribadi maupun negara tetapi tetap ramah serta murah senyum karena negara kita memiliki banyak kebudayaan yang menjujung tinggi nilai sopan santun.

Kemajuan sebuah negara tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya luas wilayah. Kemajuan sebuah negara bisa dicapai bila rakyatnya memiliki kesadaran untuk rajin bekerja dan sikap disiplin taat aturan. Menurut saya, bekerja tidak hanya berarti untuk mendapatkan penghasilan saja. Bekerja turut memiliki arti bahwa Anda menghargai diri sendiri dengan cara berkarya. Jadilah orang yang produktif dan cintailah pekerjaan Anda. Tapi, jangan lupa menikmati hidup! Jalan-jalan menelusuri ribuan tempat eksotik di negeri sendiri hingga ke luar negeri seperti ke Singapura bisa dijadikan aktivitas untuk menyegarkan pikiran.

Just keep up the good work and have a great traveling time!






Musical Time: Let's Learning!

Music has been part of my life since I was young, Everyday I wake up with music and also go to bed with music, Just like an a...